Tangerang Selatan (07/12) – Telah dilaksanakan sekolah audit yang diselenggarakan oleh Komisi 5 Dewan Musyawarah Taruna (DEMUSTAR) STMKG. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 7 Desember 2019 di ruang rapat rektorat STMKG dan turut mengundang pemateri dari BPK RI yaitu Bapak Tri Marhendra Rahardyan, SE, M.Si (Han), M. Ak, Ak., CA., CFE,. Namun, beliau tidak dapat hadir dalam acara ini karena suatu kendala yang mendadak sehingga pemateri digantikan oleh taruna dan taruni yang telah tersertifikasi auditor. Sekolah audit ini diikuti oleh seluruh bendahara dan sekretaris resimen dan bidang-bidang resimen, serta seluruh anggota DEMUSTAR STMKG.

Sambutan Ketua DEMUSTAR, Taruna Praditya Tito Yosandi.

Credit: Dokumentasi DEMUSTAR

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa, kemudian dilanjutkan dengan sambutan ketua pelaksana acara, Taruna Wandes Gumamven. Dalam sambutannya berisi tujuan diadakannya acara ini yaitu untuk menyamakan persepsi dalam penyusunan Lembar Pertanggungjawaban (LPJ) dari resimen dan setiap bidang-bidang resimen sesuai ketentuan audit dari Komisi 5 DEMUSTAR STMKG yang bertugas dalam mengaudit keuangan resimen dan DEMUSTAR. Selanjutnya, sambutan oleh Ketua DEMUSTAR, Taruna Praditya Tito Yosandi, yang berisi harapan beliau agar acara ini dapat menjadi pioneer untuk kegiatan selanjutnya dan dengan adanya acara ini, para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh saat bertugas nantinya.

Penyampaian materi oleh Taruni Emmilia Monica Andrianni Sulistio.

Credit: Dokumentasi DEMUSTAR

Setelah itu, memasuki acara inti yaitu penyampaian materi yang di-moderatori oleh Taruni Tri Rizki Muksida. Pemateri dalam acara ini yaitu Taruni Emmilia Monica Andrianni Sulistio dan Taruna Sultan Malik Yuzakir yang telah tersertifikasi auditor pada tahun 2018 lalu. Dalam sesi penyampaian materi oleh Taruni Emmilia Monica Andrianni Sulistio membahas tentang pengertian audit, tujuan audit, inventaris aset, alur audit, dan jenis bukti keuangan (nota dan kuitansi). Kemudian saat sesi penyampaian materi oleh Taruna Sultan Malik Yuzakir membahas tentang output dari audit keuangan yang dikeluarkan oleh Komisi 5 DEMUSTAR yaitu adanya opini. Opini tersebut yaitu wajar tanpa pengecualian, wajar dengan pengecualian, tidak wajar, dan disclaimer (tidak menyatakan pendapat).

Penyampaian tambahan dari Sekretaris Utama Resimen, Taruna Muhammad Ahsani Taqwim.

Credit:Dokumentasi DEMUSTAR

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab dan penyampaian tambahan dari Sekretaris Utama Resimen, Taruna Muhammad Ahsani Taqwim. Dalam penyampaiannya tersebut, beliau menjelaskan bahwa selama ini LPJ dari resimen dan bidang-bidangnya memiliki format yang berbeda-beda. Untuk itu, perlu adanya satu pemikiran dan satu format LPJ antara resimen dan bidang-bidangnya dengan format audit dari Komisi 5 DEMUSTAR. Diharapkan format ini dapat menjadi Standar Pemeriksaan Keuangan Taruna (SPKT) yang saat ini sedang dirumuskan oleh Komisi 5 DEMUSTAR STMKG. Semoga ke depannya, masalah pelaporan keuangan dapat berjalan lebih baik sesuai dengan peraturan yang telah disepakati. (MISM)

Peserta kegiatan sekolah audit STMKG 2019.

Credit: Dokumentasi DEMUSTAR