Tangerang Selatan (3/4) – Pengamatan awal Ramadan 1443 H dilakukan secara serentak oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di seluruh Indonesia. Tim Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) secara terpisah juga melakukan pengamatan hilal pada Jumat, 1 April 2022 di Pantai Alam Indah, Tegal. Pengamatan serentak dilakukan untuk memperoleh dan melaporkan data hilal sebagai referensi penentuan awal bulan Ramadan. Ini merupakan hal penting bagi sidang isbat yang digelar pada hari yang sama.

Petugas observasi dari tim STMKG, terdiri atas pembina dan taruna. Pembina STMKG—Dr. I Nyoman Sukanta S.Si., M.T., Dr. Wandono, Dr. Marzuki Sinambela, dan Relly Margiono, M. Phil.—dalam hal ini hadir sebagai penanggung jawab sekaligus yang membimbing para taruna melaksanakan pengamatan. Sementara taruna yang terlibat, ialah Taruna Ahmad Abdul Badi’ Al-Hakim dan Taruna Emha Rizqinandana. Keterlibatan ini sebagai wujud pengabdian STMKG terhadap Indonesia pada momen penting yaitu penentuan awal Ramadan. Kegiatan ini sekaligus sebagai media belajar taruna secara langsung.

Tim observasi pengamatan hilal di Pantai Alam Indah, Tegal Sumber: Dokumentasi taruna

Tim observasi pengamatan hilal di Pantai Alam Indah, Tegal
Sumber: Dokumentasi taruna

Pengamatan hilal yang dilakukan sempat terkendala faktor cuaca karena keberadaan tutupan awan. Bapak Relly Margiono, M. Phil. menjelaskan bahwa saat matahari terbenam menggambarkan kondisi fase bulan baru yang teramati pukul 13.24 WIB. Waktu terbenam matahari pada 17.48 WIB dan waktu terbenam bulan pada 17.59 WIB yang dinyatakan ketika piringan bulan atau matahari berada tepat di horizon-teramati. Untuk tinggi hilal dari horizon-teramati tercatat 2,06 derajat. Dengan ini, hasil menunjukan bahwa hilal tidak berpotensi teramati. Selanjutnya, pada Sabtu, 2 April 2022 tim STMKG tidak melakukan pengamatan ulang. (IAR/RXX)

Pengamatan hilal oleh tim STMKG Sumber: Dokumentasi taruna

Pengamatan hilal oleh tim STMKG
Sumber: Dokumentasi taruna