Kamis, 17 Agustus 2017 dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI ke-72, STMKG menyelenggarakan upacara pengibaran bendera di lapangan apel besar STMKG. Upacara yang berlangsung khidmat ini diikuti oleh seluruh taruna-taruni dan pembina STMKG. Rangkaian kegiatan peringatan upacara ini terdiri dari pengibaran sang merah putih yang dilakukan oleh 9 orang pasukan khusus. Kemudian dilanjutkan oleh peringatan detik-detik proklamasi yang di tandai dengan bunyi sirine dan pembacaan naskah teks proklamasi oleh Komandan Resimen STMKG.

Upacara dilanjutkan oleh sesi amanat yang disampaikan ketua STMKG, Bapak Dr. Suko Prayitno Adi, M.Si,  selaku inspektur upacara. Dalam amanatnya beliau membacakan pidato dari kepala BMKG, Dr. Andi Eka Sakya, M.Eng yang mengambil tema pidato presiden untuk peringatan kemerdekaan Indonesia tahun ini yaitu “Indonesia Kerja Bersama”. Dari pidato kepala BMKG disampaikan bahwa tema tersebut dalam lingkup instansi kita mempunyai makna, harus tercipta kerjasama yang baik antara BMKG dan masyarakat, dimana masyarakat dapat menerima informasi bidang Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika secara Cepat, Tepat, Akurat, Luas dan Mudah dipahami.

Untuk mendukung program internasional dan nasional, BMKG mempercepat pembangunan peralatan pengamatan cuaca otomatis (AWOS) untuk pelayanan penerbangan terutama di wilayah-wilayah pariwisata, kawasan ekonomi khusus, dan interkoneksi. Sejak tahun 2016, BMKG telah membangun pengamatan otomatis di 35 lokasi dan satu peralatan LIDAR (Light Detection and Ranging) untuk mendeteksi sebaran erupsi gunung berapi. Pada tahun 2017, BMKG menargetkan pemasangan AWOS menjadi 43 lokasi. Sehingga akhir tahun 2017 BMKG telah membangun AWOS sebanyak 134 lokasi. Sebagai respon dan pendekatan mengurangi risiko iklim, BMKG menggulirkan Sekolah Lapang Iklim sebagai salah satu program yang mampu membantu petani dalam meningkatkan produksi pertanian. Demikian juga bagi nelayan dan petani garam.

Sedangkan untuk gempa bumi dan tsunami, sampai tahun 2016 BMKG telah membangun InaTEWS sebanyak 165 seismometer broadband , 244 akselerometer, 56 intensitymeter, 261 WRS, 52 sirine TWS, 9 CCTV, 7 Tsunami Gauge, 2 Radar Tsunami, 12 SeiscomP3 dan 1 DSS termasuk didalamnya database pre-calculated tsunami serta TOAST. Sedangkan tahun 2017 melakukan pergantian seismometer broadband yang cukup tua maupun pemasangan baru berjumlah 20 unit.

Sebelum upacara berakhir, terdapat acara tambahan yang mengumumkan prestasi STMKG pada tingkat Nasional yang berhasil mendapatkan posisi ke-4 dalam Lomba Sistem Muatan Balon Atmosfer oleh Tim STMKG Aero Alpha dan posisi ke-6 dalam Lomba Sistem Wahana Kendali (Roket EDF) oleh tim STMKG Aero Bravo. Semoga dengan adanya raihan yang membanggakan ini bisa menjadi motivasi bagi taruna-taruni STMKG untuk terus berkarya, terutama dalam suasana Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, Merdeka! -ul