Oleh Endarwin1 dan Ashriah Jumi P2
1).Staf pengajar STMKG; 2). Taruni STMKG
endarwin@gmail.com

Pada hari Selasa malam tanggal 20 September 2016 diketahui telah terjadi musibah banjir bandang di wilayah Garut Jawa Barat. Musibah ini telah mengakibatkan kerugian material yang tidak sedikit bahkan korban jiwa yang cukup besar. Sebagaimana diketahui, banjir bandang ini terjadi akibat meluapnya Sungai Cimanuk pasca terjadinya hujan di wilayah Garut.

Selanjutnya, bagaimanakah kondisi curah hujan yang terjadi di wilayah tersebut sebelum terjadinya musibah ? maka pada kesempatan ini akan ditunjukkan kondisi curah hujan di wilayah tersebut selama beberapa jam sebelum terjadinya musibah. Dengan memanfaatkan data satelit cuaca HIMAWARI-8 untuk periode 1 jam, selanjutnya dilakukan upaya estimasi curah hujan dengan menggunakan metode modified Convective Stratiform Technique (mCST). Estimasi dilakukan untuk wilayah dengan luas sekitar 100 x 100 km2 seperti ditunjukkan pada Gambar 1, dimana pusat dari wilayah Garut terdapat di tengah-tengah wilayah estimasi tersebut yang ditandai dengan titik hitam (Gambar 1).

  1.  sejak pukul 13.00 hingga 17.00 WIB pada umumnya di wilayah Garut telah terjadi hujan dengan intensitas yang bervariasi dari ringan hingga sedang. Adapun distribusi hujannya tersebar tidak merata di seluruh wilayah.
  2.  Selanjutnya pada pukul 18.00 WIB, curah hujan di wilayah Garut mendadak meningkat. Seperti ditunjukkan pada Gambar 1 pada pukul 18.00 WIB, curah hujan di Garut dapat mencapai 15 hingga 35 mm/jam. Intensitas hujan yang demikian merupakan hujan lebat hingga sangat lebat. Distribusi hujan ini terjadi mulai dari pusat dan meluas ke arah Tenggara dan juga terjadi di bagian Barat Laut.
    data
  3.  Pada pukul 19.00 WIB hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat (10 – 25 mm/jam) masih terjadi di wilayah Garut dengan distribusi lebih terpusat di wilayah pusat hingga Barat Daya serta di bagian Barat Laut.
  4. Pada pukul 20.00 WIB hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat (10 – 30 mm/jam) tetap masih terjadi di wilayah Garut dengan distribusi lebih terpusat di wilayah pusat hingga Barat Daya, di bagian Barat Laut serta di wilayah Timur.
  5. Pada pukul 21.00 WIB hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat (10 – 30 mm/jam) tetap masih terus terjadi di wilayah Garut dengan distribusi terpusat di wilayah Barat Laut, pusat hingga Barat Daya, Selatan, Tenggara dan Timur.
  6. Pada pukul 22.00 WIB hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat (10 – 30 mm/jam) masih terjadi namun distribusinya tidak seluas pada jam-jam sebelumnya dan lebih terpusat di bagian Barat Daya. Untuk wilayah lainnya hujan tetap terjadi, namun intensitasnya sudah ringan.
  7. Pada pukul 23.00 WIB hujan yang terjadi di wilayah Garut pada umumnya berintensitas ringan.

 

Berdasarkan hasil estimasi di atas pada akhirnya dapat diketahui bahwa pada umumnya di wilayah Garut telah terjadi hujan dari sejak siang hari, namun intensitasnya ringan hingga sedang. Namun demikian sejak pukul 18.00 WIB, wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat selama sekurang-kurangnya 4 jam berturut-turut. Adapun nilai intensitas curah hujan yang terjadi selama 4 jam tersebut berada pada kisaran 10 hingga 35 mm/jam. Berdasarkan kondisi curah hujan tersebut maka menjadi sangat mungkin bila musibah banjir bandang tersebut terjadi.